Aku Adalah Perempuan

unggul dalam intelektual, anggun dalam moral

Hikmah Dari Pengamen

Diarsipkan di bawah: Curhat — kamaliya at 10:52 am on Rabu, April 29, 2009  Tagged , , , , , ,

Baru kali pertama aku menaiki bus kota yang jaraknya antara tanah abang sampai tugu tani, menemui tiga pengamen. Biasa aku menemui tak lebih dari dua pengamen.

Hari ini belajar tidak harus membaca buku, mendengarkan dosen menerangkan materinya, dan berdiskusi, kali ini aku belajar dari pengamen itu.

Bus berangkat, satu pengamen masuk. Tadinya aku cuek aja, tapi ku dengar liriknya merinding bulu kudukku. Entah mengapa, tapi ini lah realita yang terjadi disebagian masyarakat kita.

Sekilas cuplikan liriknya :

Gema subuh, aku masih terlelap tidur.

Gema dzuhur, aku lagi sibuk kerja.

Gema ashar, aku masih sibuk kerja.

Gema magrib, aku masih di jalan.

Gema isya, aku kecapean.

Pantas kah aku menerima surga mu ya Tuhan.

Subhanallah, sungguh lagu tadi membuat aku merenung sekaligus mengkritik diri sendiri, ya pantas kah aku menerima syurga-Mu ya rabb, di sela-sela waktu ada kewajiban bahkan kebutuhan yang harus ku penuhi, tapi terkadang begitu mudah terlupakan. Terima kasih ku untuk pengamen pertama.

Pengamen pertama turun, naik lah pengamen kedua. Ibu dengan usia sekitar 35 tahun, membawa anak kecil, sebenarnya aku agak marah melihat tingkah para pengamen atau pengemis yang membawa anak-anak kecil, mungkin dengan begitu kita akan iba. Tapi sudah lah tak pantas rasanya aku marah, kali ini aku melihat dari kaca mata yang lain, mungkin mereka lah korban sistemik kemiskinan.

Ku perhatikan lagi liriknya, dia menceritakan kecintaan terhadap ibunya, yang tak akan bisa dibalas oleh “sesuatu” apapun. Sontak aku langsung kangen ibu, sudahkah aku berbakti padanya? bisa kah aku seperti ibu yang senantiasa menemani bapak dan sanggup kah aku menjadi istri yang baik kala aku menikah nanti? menulis tentang ibu tak akan ada habisnya, lain waktu aku kan berkisah. Terima kasih untuk pengamen kedua.

Pengamen kedua turun, naik lah pengamen ketiga. Kali ini kok pengamennya satu keluarga ya? ada bapak dan istrinya, lagi-lagi menggendong anak kecil. Yah mungkin mereka juga korban “jahat” nya ibu kota.

“Pengamen satu keluarga” itu menyanyikan lagu ayat-ayat cinta, liriknya sangat dalam bukan?

Maaf kan bila ku tak sempurna

Cinta ini tak mungkin ku jaga

Ayat-ayat cinta bercerita

Cinta ku padamu

Bila bahagia mulai menyentuh

Seakan ku bisa hidup lebih lama

Namun harus ku tinggal kan cinta

Ketika ku bersujud

hemmm, tiga pengamen tadi memberikan ku banyak pelajaran, terima kasih ku kepada-Mu ya rabb, aku dapat belajar dari tiga pengamen tadi.

Wahai Perempuan Agung

Diarsipkan di bawah: Impian — kamaliya at 2:38 pm on Jumat, April 24, 2009  Tagged , , , , , , , , ,

Wahai Perempuan Agung

kau berjalan menapaki bumi dengan penuh santun

anggun langkah mu

cantik parasmu

dalam balutan jilbab yang teruntai menutupi lekuk-lekuk tubuhmu

Wahai Perempuan Agung

kau masih mempertahankan hijab mu

ditengah perempuan masa kini yang kian mempertontonkan auratnya

ketika pertanyaan menghampirimu

“mengapa mau berpakaian tertutup?”

“tidak kah kau merasa panas dan berkeringat?”

kau hanya berbisik : “lebih baik aku kepanasan di dunia yang hanya sebentar, ketimbang kepanasan di neraka yang kekal didalamnya”

Wahai Perempuan Agung

terkadang aku iri padamu

kecerdasan yang kau miliki  melampaui perempuan pintar yang pernah ku kenal

bahkan tak jarang kau mengalahi kaum adam

gagasan mu sungguh menakjubkan

kau mampu mewakili suara perempuan diantara sepuluh lelaki yang berada dalam diskusi kala itu

Wahai Perempuan Agung

tak pernah ada yang tersakiti ketika engkau berucap

tak pernah ada yang merasa bosan menatap cantiknya wajah mu

tak pernah ada yang suntuk ketika engkau bertutur kata

tak ada yang berani usil kepada mu, karena engkau mampu mempertahankan kehormatan mu

Wahai Perempuan Agung

ketika kau berjalan, tak sengaja aku melihat engkau menyantuni pengemis

kau pun hadir beberapa kali dalam masjid untuk menyantuni  fakir dan miskin

kau pergi ke panti asuhan untuk menyantuni anak yatim dan janda-janda

kau pun dengan tangan terbuka membantu kaum dhuafa

Wahai Perempuan Agung

kau mengubah cara pandang tentang diri sebagai perempuan

aku dulu menganggap bahwa aku adalah perempuan yang lemah

perempuan yang bodoh

perempuan yang hanya terkungkung dalam wilayah manak, masak, macak

perempuan yang karena nasib selalu terdiskriminasikan

perempuan yang selalu mendapat streotype negatif

Wahai Perempuan Agung

tak kan habis rasanya tinta emas ini melukiskan kisah mu

karena rasanya akan terus berlabuh mengiringi perjalanan hidupmu

ku hantur kan rasa terima kasih sedalam-dalamnya

ku yakin akan ada banyak perempuan yang ingin sepertimu

dan percayalah lelaki pun akan terpikat oleh pesona mu

Feminisme Islam Menjawab

Diarsipkan di bawah: Artikel — kamaliya at 1:52 pm on Senin, April 20, 2009  Tagged , , , , , , , , , , , , ,

Feminisme berasal dari kata latin femina, berarti memiliki sifat keperempuanan. Feminisme muncul pada tahun 1960-an, atau ada petunjuk lain bahwa feminisme telah muncul dua hingga tiga abad sebelumnya, adalah paham yang menuntut hak sepenuhnya kaum perempuan atas ketimpangan posisi dibanding laki-laki, lambat laun sering disebut sebagai “gerakan feminisme”, yang sebenarnya sudah merupakan bentuk aktualisasi upaya pembebasan diri kaum perempuan dari berbagai ketimpangan perlakuan dalam segala aspek kehidupan.

Gerakan feminisme mempunyai asumsi bahwa adanya ketimpangan ideologi patriaki, mereka beranggapan tentang ideologi patriarki adalah negatif, dimana ideologi ini telah menempatkan perempuan pada posisi subordinat, yaitu dibawah posisi laki-laki. Penolakan para feminisme pada sistem patriarki telah mewarnai gerakannya, yaitu ingin meruntuhkan struktur patriarki agar tercapai sistem yang lebih egaliter, sehingga membentuk dua pola umum, pertama melakukan transformasi sosial dengan perubahan eksternal yang revolusioner, mereka berpendapat perempuan perlu masuk dalam dunia laki-laki agar kedudukan dan statusnya setara dengan laki-laki. Kedua melakukan transformasi sosial melalui perubahan yang evolusioner, mereka menegaskan untuk meruntuhkan sistem patriarki dapat dilakukan dengan menonjolkan kualitas feminin yang dominatif, sehingga terbentuk sistem matriarki yang kuat.

Lahir pula faham-faham feminisme yang berkembang di barat (Amerika Serikat), diantaranya feminisme marxisme, berpendapat bahwa penindasan kaum perempuan berasal dari pemilikan kekayaan secara pribadi dan sistem kapitalisme yang melahirkan ketimpangan dimana kaum laki-laki memiliki kedudukan tinggi pada tatanan sosial-ekonomi. Feminisme sosialis bertujuan ingin mengadakan restrukturisasi masyarakat agar tercapai kesetaraan gender, gerakan yang mengadopsi teori praxis-marxis ini menginginkan agar perempuan sadar bahwa mereka merupakan “kelas” yang tidak pernah diuntungkan. Feminisme radikal faham ini lebih memfokuskan serangannya pada sistem patriarki, mereka cenderung membenci laki-laki sebagai individu dan mengajak perempuan untuk mandiri, bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan perempuan. Feminisme liberal, merupakan penganjur berbagai perubahan sosial, yang menginginkan adanya kesamaan hukum dan undang-undang antara laki-laki dan perempuan.

Walaupun dari faham-faham tersebut ada perbedaan, namun inti gerakan feminisme lebih merupakan suatu kesadaran yang penuh dari perempuan mengenai ketidaklayakan dan distorsi (bias) ideologi yang diciptakan oleh kaum laki-laki.

Seiring perjalanannya, feminisme barat dalam memperjuangkan hak-haknya dan mewujudkan cita-citanya, sering mengabaikan pengalaman perempuan dari latar belakang budaya yang berbeda dengan mereka. Padahal konsep gender yang mereka polulerkan adalah menyamakan dan mensetarakan posisi laki-laki dan perempuan ditentukan oleh sosial dan budaya tergantung pada tempat atau wilayahnya. Feminisme barat atau sering disebut feminisme arus utama, tidak memperdulikan ragam budaya yang mempengaruhi perempuan itu sendiri, sehingga perempuan yang berada di Negara berkembang (dunia ketiga) disebut oleh feminis barat sebagai perempuan yang bodoh, terbelakang, buta huruf, tidak progresif dan tradisional.

Pemikiran feminis barat ini memancing para perempuan yang tidak berpihak kepadanya, sehingga mereka mengembangkan teori-teori lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan, latar belakang, agama, ragam dan budaya mereka. Maka, munculah feminisme kulit hitam, feminisme eropa timur dan feminisme Islam.

Lahirnya Feminisme Islam

Latar belakang munculnya feminisme Islam adalah adanya keinginan bahwa Islam sudah saatnya dibebaskan dari pengaruh feminisme barat yang cenderung kepada sekularisme dan membebaskan Islam dari kekeliruan konsep dan persepsi barat tentang Islam. Feminisme Islam harus menjawab atas tuduhan yang dilontarkan oleh feminisme barat dengan beranggapan bahwa selama ini Islam memiliki andil besar dalam mengukuhkan ketidakadilan sistemik yang menimpa perempuan dari zaman ke zaman, padahal menurut feminisme Islam kesalahan bukan terletak pada Islam-nya, tetapi pada cara umat Islam memahami Islam itu sendiri, sehingga mereka menggagas tentang keharusan membuka wacana fikih keislamannya, agar tidak terjebak pada teks-teks al-quran dan hadist yang menunjukkan superioritas laki-laki saja. Hal terpenting yang harus diingat bahwa asal-muasal manusia diciptakan untuk menjadi khalifah dimuka bumi, maka perempuan dan laki-laki sudah menjadi konsekwensi logis mempunyai tanggungjawab yang sama, esensi tujuan hidup manusia baik perempuan maupun laki-laki adalah menjadi insan kamil, yaitu menyatukan sisi ilahiah jamal (feminitas) dan jalal (maskulinitas) menjadi kamal (sempurna).

Islam adalah din yang sempurna dan menyeluruh, diturunkan oleh Allah SWT untuk mengatur kehidupan umat manusia, menyentuh dasar kepentingan semua pihak, termasuk hak yang sama untuk kaum perempuan. Ajaran Islam sebenarnya telah memberikan ruang cukup besar untuk aktualisasi kaum perempuan sesuai dengan kodrat yang diberikan oleh Allah SWT (haid, hamil, menyusui). Perempuan pun bisa berperan dengan mengekspresikan segala kemampuannya dalam bingkai fastabiqul khoirot.

Bercermin pada tokoh revolusioner sejati, Nabi Muhammad Saw sekaligus tokoh yang paling feminis, karena telah melawan kultur yang terjadi pada zamannya. Nabi Muhammad adalah pembela kaum perempuan dan pembebas seluruh umat yang tertindas. Dilihat dari segi ta’limiyah (pengajaran), Nabi Muhammad mencetak guru-guru perempuan sebagai pengajar perempuan, khususnya yang berkenaan dengan hukum agama, misal yang berkaitan dengan haid, nifas, mandi jenabat, dan lain sebagainya. Dari segi ijtima’iyyah (kemasyarakatan) beliau menikah dengan anak perempuan Abu Bakar Al-sidiq dan anak perempuan Nabi dinikahi oleh Utsman dan Ali, yaitu untuk mempererat tali persaudaraan sehingga kaum perempuan pun mempunyai kebebasan yang sama ditatanan masyarakat dalam syiar Islam. Dari segi siyasiyah (sosial-politik) Nabi menikahi anak Abu Sofyan (musuh yang paling garang) yaitu Ummu Habibah sebagai bentuk penghargaan kepadanya atas keimanan karena berani meninggalkan tempat tinggalnya dan memilih Islam sebagai agama yang diyakininya.

Jelaslah disini bahwa Islam telah mengatur porsi untuk perempuan dan laki-laki, sehingga dalam ajarannya tidak ada keberpihakan atau merugikan sebelah pihak (laki-laki atau perempuan saja), maka feminisme Islam menganjurkan agar gerakan perempuan Islam harus berpegang teguh pada paradigma agama dan dalam pengembangan kegiatan-kegiatan serta program-program feminisnya harus menggunakan kerangka acuan yang Islami.

Jodoh Pasti Datang

Diarsipkan di bawah: rahasia — kamaliya at 2:35 pm on Jumat, April 17, 2009  Tagged , , , , , , , , , , , , ,

Kartika, panggil aku dengan nama itu. Aku gadis dengan usia 29 tahun, usia dimana sebagian masyarakat menganggap rentan, karena sampai saat ini aku masih melajang. Namun, aku tak pernah memperdulikan anggapan mereka itu, karena aku adalah perempuan yang mempunyai tujuan, cita-cita, angan-angan, harapan yang sampai saat ini masih ingin ku gapai, dan satu keyakinan dalam hidup ku jodoh itu unik, kapan saja bisa datang, tak memandang ruang dan waktu, dan itu sudah menjadi rahasia Allah.

Aku juga masih sangat sibuk, karena saat ini aku akan menyelesaikan tesis ku, tiga bulan aku menargetkan agar selesai kuliah .  Aku rela mondar-mandir sendirian mencari literatur , pergi ke toko buku, ke perpusatakaan, berkunjung ke rumah dosen untuk berdiskusi, apasaja ku lakukan agar target menyelesaikan kuliah tercapai.

Orang tua ku di Jogya sepertinya juga sudah tak sabar menantikan kedatangan ku, mereka ingin agar aku dapat berkumpul kembali, tapi tenang lah jarak Jakarta-Jogya  saat ini bukan masalah, mudah sekali ditempuh.

Pernah dua minggu yang lalu ibu ku menelpon,

nak, bagaimana kabar mu disana? Kapan akan kau rampungkan kuliah mu? Ibu hanya mengingatkan, usia mu kini sudah 29 tahun nak, apa kamu tak berniat menikah?”.

Aku tak bisa berucap lagi, termasuk mendengarkan perkataan ibu sebelum menutup gagang telponnya,

oh iya, temen mu si nina dan asih baru saja menikah minggu lalu, sepertinya temen-temen mu yang dulu sering main kerumah sudah menikah semua, bahkan banyak juga yang sudah mempunyai momongan, hanya kau seorang yang belum nak, ibu juga kerap ditanya tetangga, tapi sudahlah, ibu terserah pada kamu saja nak”.

Ya Allah, aku tahu apa yang dirasakan ibu saat ini, beliau boleh jadi sedang galau, karena putrinya yang banyak dibilang “perawan tua” ini belum juga menikah.

Aku juga tak ingin seperti ini, aku juga mendamba lelaki yang akan menjadi pemimpin bagi rumah tangga ku, anak-anak yang berbakti padaku kelak, aku ingin punya keluarga sakinah, mawadah, warohmah. Aku berpikir positif pada-Mu ya Allah, aku yakin Kau akan berikan jodoh yang terbaik untukku, disaat yang tepat pula.

Pagi ini aku harus bangkit, sudah cukup waktu untuk merenung, saatnya mengejar impian. Sesuai keinginan, seharian ini aku mau di perpustakaan kampus saja.  Tak mau menyia-nyiakan waktu yang ada, langsung ku cari buku-buku yang mampu menunjang tesis ku, setelah aku dapat beberapa buku, aku membaca di meja pojok kanan, sengaja ku pilih, karena bagiku itu posisi wuueeeennaakkkk.

Tak lama aku duduk, ada seorang lelaki, kira-kira berusia sama dengan ku,

boleh aku duduk dibangku sebelah mu? .

Tersentak aku, karena rasanya baru kali ini aku dihampiri laki-laki, dan yang bikin heran mengapa mau duduk disampingku? Bukankah masih banyak bangku kosong? Ah biar lah, aku tetap melanjutkan membaca buku pilihanku itu. Lelaki disamping ku pun serius membaca buku, dia hanya menyapa ku sekali itu saja, tak ada basa-basi lagi. Azan zuhur berkumandang, aku menghentikan aktivitas, bergegas menuju masjid, begitulah orang tua ku mengajarkan,

“sebaiknya kalau mendengar azan, segala aktivitas dihentikan, dan penuhi kewajibanmu”.

Sesudah solat dan akan memakai sepatu, terlintas lelaki, ya lelaki yang berada disampingku tadi, ternyata dia juga baru saja menunaikan kewajibannya. Tapi sudahlah, perutku keroncongan, lapeerrrrrr.

Aku menuju kantin, memutuskan untuk makan pecel dan dua bakwan yang dibanjiri bumbu kacang yang lezat banget. Maklum lah selama di Jakarta aku jarang sekali memakan masakan desa ini.

Setelah ku habiskan pecel itu, aku menuju perpus lagi, ada sesuatu yang aneh, mengapa tiba-tiba aku mencari-cari lelaki itu? yah lelaki yang duduk disampingku dan menjadi jamaah solat dzuhur itu.

Akhirnya aku hanya meminjam dua buah buku untuk dibawa pulang ke kos, rasanya sudah buyar konse ntrasiku saat bertemu lelaki tadi, duhai Allah siapa kah dia?

Ba’da subuh ibu menelpon ku,

“nak, sudah solat? bagaimana dengan kuliah mu? kalau boleh ibu memohon, percepatlah sedikit kuliahmu itu, sebab ibu akan memperkenalkan kau dengan anak dari teman sekolah ibu dulu”

Ya Allah, aku kini benar-benar tahu, bahwa ibu ku sudah sangat cemas terhadap ku, ingin rasanya beliau melihat aku mengakhiri masa lajang ku.

Aku yang mengalah kali ini, aku turunkan ego, aku coba menuruti kemauan orangtua ku, aku harus kekampus lagi, barangkali ada info seputar sidang tesis.

Belum ku penuhi niat ku, temen ku menelpon,

“tika, bagaimana dengan tesis mu? apa kamu sudah siap untuk sidang? info yang ku dapat, dua minggu lagi akan dibuka pendaftaran”.

Rasa haru bercampur senang aku mendengar kabar dari teman ku, kebetulan tesis ku sudah hampir sempurna, aku hanya menyelesaikan beberapa administrasi yang diminta sebagai persyaratan sidang, literatur ku juga sangat cukup menunjang ku, dan aku siap.

Allah selalu mendengar doa-doa hambanya yang memohon dengan penuh santun. Aku rapihkan semuanya, aku mau menjadi yang terbaik, belajar..belajar..belajar… sampai tiba sidang diselingi dengan doa yang ikhlas.

Siang ini aku ada janji dengan dosen pembimbing ku, aku juga ingin memperoleh info darinya seputar sidang. Setelah berdiskusi, dosenku justru yang mendorongku untuk sidang putaran pertama, aku disuruh mendaftar, dan segera melengkapi admisnistrasi.

Subhanallah….

Tak perlu menunggu esok, kalau hari ini bisa diselesaikan, aku langsung mendaftar sidang disertai berkas yang menjadi persyaratannya.

“kepastian kapan jadwal sidangnya besok ya, ucap salah satu karyawan yang mengurusi pendaftaran sidangku”

Hari ini adalah hari sidangku, tepat jam sepuluh aku harus berada di kursi panas itu, ini adalah penentuan masa depan ku, rasa dag-dig-dug itu kadang kerap mendatangi ku, tapi aku hanya sanggup berserah diri, toh aku sudah belajar maksimal dan tak lupa doa, jadi apapun hasilnya, itu yang terbaik buatku.

Detik demi detik ku lalui, hening seketika, dan…. “kartika”…. nama itu, itu namaku, aku menghampiri suara merdu itu, ku bawa tumpukan tesisku, masuklah aku dalam ruangan itu.

Alhamdulillah… aku sudah selesai sidang, dan ketika ku tau hasil ku sangat memuaskan, puji syukur ku kepada Mu ya Rabb, Engkau maha segala-Nya.

Selepas subuh aku berniat menelpon ibu ku,

“bu, sebelumnya mohon maaf, ada yang terlewatkan, beberapa hari yang lalu aku sangat sibuk, sehingga aku tak sempat menelpon ibu dan ayah. Syukur alhamdulillah bu, kemarin aku sudah sidang, aku dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan, aku tahu aku salah, mengapa disaat genting seperti kemarin aku tidak memberi kabar, dan mengharap restumu, aku sangat takut ibu dan ayah kepikiran, tapi aku yakin kau selalu mendoakan ku disela-sela senggang waktumu”

Ibu hanya berucap,

“syukur alhamdulillah nak, akhirnya kau menamatkan kuliah mu, cepatlah kau pulang nak, kami sangat rindu padamu”.

Lanjut ku,

“secepatnya aku akan pulang bu, aku rindu ibu, rindu masakan ibu, rindu dekapanmu, akupun rindu ayah, ada banyak hal yang ingin ku ceritakan bu….”

Sampai juga aku di Jogya, kota kelahiranku, aku langsung menemui ibu, ayah, dan adik-adikku. Ibu langsung mengajakku ke kamar,

“nak, mau kan kamu ibu kenalkan dengan anak teman ibu? Anaknya baik, dia juga sudah bekerja di Jakarta, tapi ibu lupa dimana dia bekerja, dia soleh nak, ibu yakin kamu perempuan yang dicari nak, berdolah nak, mungkin dia adalah jodohmu”

Ibu ku sangat yakin, jadi mengapa aku juga tak berharap? Mungkin memang dia jodohku, maklumlah selama kuliah tidak pernah melakukan pendekatan dengan makhluk yang bernama laki-laki, bukan ku sengaja, tapi memang begitu adanya.

Malam yang hening ku berdoa, sekaligus merenung, bahwa Allah telah meberikan aku berjuta kemudahan, dari kecil sampai saat ini, walau hidup ku berkecukupan, dan jarang sekali perempuan desa seperti aku memperoleh gelar master manajemen. Hanya satu pinta ku ya Rabb, aku ingin mendapatkan jodoh terbaik yang Kau pilih.

Sampai lah pada hari perkenalan itu, sssstttttttttttttttttttt, ku perhatikan baik-baik wajah itu, wajah yang tak asing bagiku, wajah yang pernah ku kenal, siapa dan dimana?

Lelaki itu,

“perkenalkan, namaku Rahman”

“iya, namaku kartika, senang berkenalan dengan mu”

Perkenalan yang begitu singkat, ibu ku tiba-tiba tersenyum, aku tak tahu apa yang dipikirkannya. Ya Allah, lelaki itu ternyata yang aku lihat di perpus dan masjid kampus ku, lelaki yang sempat mengusik pikiran dan membuat hatiku dag,dig,dug.

Lagi-lagi aku berharap, jika memang dia adalah pilihan-Nya, aku ikhlas menerimanya, karena aku yakin Dia akan memberikan yang terbaik untukku.

Seminggu setelahnya lelaki yang bernama Rahman itu melamarku, sebulan kemudian kami menikah, aku berani memutuskan menikah dengannya, karena dalam satu bulan pendekatan, kita banyak berdiskusi tentang rumah tangga apa yang kita cita-citakan, mau apa kita setelah menikah nanti, ternyata cara pandang kita bersatu.

Allah selalu mendengar doa-doa hambanya, jodoh itu pasti akan datang, bersabarlah.

Jodoh Itu Unik

Diarsipkan di bawah: rahasia — kamaliya at 3:20 pm on Kamis, April 16, 2009  Tagged , , , , , ,

Tiga hari yang lalu, kami kedatangan tamu, ibu berusia 68 tahun. Ketika itu adik lelakiku yang mempersilahkan masuk, dan berbincang dengannya. Rupanya kedatangan ibu itu ingin mengundang bapak sebagai penasehat pernikahannya pada hari ini.

Malam harinya adik lelakiku menyampaikan pesan ibu yang berkunjung siang tadi,

” Pak, tadi siang ada tamu, itu bu  …. (ga perlu ku sebutin namanya, hehehe), kamis besok ini bu …. pengen nikah lagi, jadi bapak disuruh menjadi penasehat pernikahannya“.

Bapak yang sedang menyantap makan malamnya, langsung kaget,

“coba tolong ceritakan lagi, yang nikah itu anaknya atau ibu … ?”.

Adik lelakiku menyahuti,

“bapak ini menyimak tidak omonganku tadi? kan udah ku bilang ibu … pak yang mau nikah lagi, hehehe, aku aja heran”.

Aku yang saat itu ada hanya berkomentar ringan, lucu juga ya mau nikah lagi, hehehe.

Hari ini, tepat jam 08.45 bapak sudah rapih, karena akan memberikan nasihat pernikahan di musolah dekat rumah kami, rumahnya bu …  itu sangat dekat dengan rumah ka ella (ruang hati), kira-kira kakak tau ga ya? hehehe.

Rasa penasaranku tak tertahankan, baru tadi aku menghubungi bapakku untuk menceritakan suasana pernikahan ibu … dan calonnya yang berusia 73 tahun, tepat jam sembilan tadi akad nikah dimulai, pernikahan dilaksanakan secara sederhana, hanya keluarga, kerabat dan ibu-ibu pengajian yang hadir.

Subhanallah… begitulah Allah jika akan berkehendak, jodoh itu unik, dia datang disaat umur kedua pasangan tersebut tidak muda lagi. Peristiwa tadi mungkin bisa dianggap langka, karena sebagian tetangga dan masyarakat sekitar yang tahu malah banyak menjadi perbincangan hangat, sampai ada yang bilang “udah tua, bau tanah, masih doyan”.

Astagfirullah… manusia, oh manusia, mengapa kadang mulut mu itu lebih tajam dari pedang? Apakah salah kalu ibu…  menikah lagi? Bukankah ini justru tanda kebesaran Allah, bahwa setiap makhluk dimuka bumi ini berhak merasa kan cinta dan dicinta.

Secara raga mungkin ibu tersebut tidak lagi butuh, tapi secara batin siapa yang tahu? apakah cinta hanya milik remaja? milik orang dewasa? sementara yang tua tidak berhak memperolehnya? aku yakin semua butuh itu tak terkecuali. Aku bangga dengan anak-anaknya atau bahkan cucunya yang memperbolehkan ibu atau neneknya menikah lagi, ibu itu mungkin sudah biasa berbagi dengan mempunyai anak dan cucu, tapi akan terasa beda  jika berbagi dengan pasangan yang hari ini sah menjadi suaminya. Mempunyai pasangan yang sah dimata hukum dan agama yang dianut itu sangat menyenangkan, bisa dijadikan tempat sandaran, tempat berbagi, berkeluh kesah, berdiskusi, ah banyak hal yang bisa dirasakan.

Selamat untuk ibu … semoga menjadi pernikahan yang sakinah, mawadah, warohmah, amiin.



LAZIS MUHAMMADIYAH

Diarsipkan di bawah: Informasi — kamaliya at 2:27 pm on Jumat, Maret 27, 2009  Tagged , , , , , ,

salurkan infaq anda ke LAZIS MUHAMMADIYAH
untuk membantu saudara-saudara kita dalam musibah jebolnya tanggul situ gintung cireunde ciputat subuh td ke :
1. BCA Sentral Cikini : 8780040051
2. Bank Mandiri Cabang Cut Mutia : 123.000.5117.371
3. BNI Syariah Cabang Jak-Sel : 00.91539444

Tak Seharusnya…

Diarsipkan di bawah: Curhat — kamaliya at 3:52 pm on Senin, Maret 23, 2009  Tagged , , , , , , , , , , ,

Kebetulan hari libur, jadi tidak ada salahnya memanjakan tubuh ini, karena terkadang sering memaksakan tubuh ini bekerja bak robot, lupa bahwa tubuh ini perlu  di rawat, di manja, dan di istirahatkan, akhirnya sabtu dan minggu aku putuskan untuk bermanja-ria dirumah.

Malam tadi tak sengaja aku menonton televisi, kalau boleh dibilang aku termasuk orang yang jarang menonton televisi, apalagi di malam hari, aku biasa menonton paling-paling di pagi hari itu pun hanya seputar berita, yah biar ga’ gaptek-gaptek banget, hehehe…

Tapi malam ini, aku memutuskan untuk melototin tuh televisi, yah acara-acara santai dan setidaknya menghibur tentunya. Azan magrib telah usai berkumandang, aku pun telah menunaikan kewajiban ku sebagai muslim, bergegaslah aku ke ruang televisi.

Aku mulai memilih program-program televisi, aku gonta-ganti semua program, tapi kok acaranya sinetron semua ya? karena tidak ada pilihan, ya boleh lah sesekali aku tonton itu sinetron, habis mau gimana lagi? kenapa sinetron terus yah yang disajikan?

Jadilah aku penikmat sinetron-sinetron itu, tapi hanya sesekali ini saja, dari jam tujuh sampai jam sebelas malam aku menonton sinetron-sinetron itu, bayangkan empat jam penonton hanya disajikan sinetron saja.

Ada beberapa yang menjadi perhatian aku,  mengapa sinetron-sinetron itu menyajikan peran yang selayaknya tidak seperti itu?

Dari beberapa judul sinetron (tak usah lah aku sebut semua judul sinetron itu), hampir semua “ibu” dalam lakonnya itu antagonis, peran “ibu” dari semua sinetron itu mengkisahkan jahat, kasar, menghasut, licik, semua lah citra buruk itu ada di lakon “ibu” tersebut.

Sedemikian rupakah “ibu” dalam realita saat ini? ataukah itu hanya ada di sinetron-sinetron yang menyajikan peran buruk si “ibu”?

Sungguh ironi, kenapa sinetron-sinetron itu menyajikannya? apakah peran “ibu” disinetron itu ada karena memang melihat realita hari ini? yang aku khawatirkan, bahwa sinetron-sinetron itu nantinya bukan hanya sebagai tontonan tetapi akan menjadi tuntunan.

Ibu yang seharunya tidak jahat, tidak kasar, tidak licik  dan tidak buruk, karena disajikan sinetron-sinetron tersebut akan berubah wujud menjadi sosok yang sangat menyeramkan.

Semoga kekhawatiran aku ini tidak menjadi nyata, aku berharap kepada semua ibu-ibu penikmat sinetron-sinetron itu tidak terjebak pada lakon jahat “ibu” tersebut. Tunjukan lah sejatinya ibu itu baik, santun, lembut, dan semua citra baik melekat pada mu.

Dan kepada semua pihak yang menyajikan sinetron, seharusnya lebih berfikir lagi agar  cerita yang ditawarkan bermanfaat dan mendidik masyarakat, harap ku…

Tertegun Aku Mendengarnya…

Diarsipkan di bawah: Curhat — kamaliya at 8:08 pm on Selasa, Maret 17, 2009  Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kawan-kawan, perlu diketahui… bahwa ini adalah kisah nyata yang baru saja aku alami…

Sebelumnya aku minta maaf  kepada bapak Hasan, kalau nama bapak aku cantumkan…

Namun sungguh cerita bapak tadi benar-benar menggugah aku, banyak pelajaran yang bisa aku dapati, bukan karena bapak dosen, guru, penceramah, atau apalah…

Sore tadi dikantor aku kedatangan tamu, bapak berusia 61 tahun, nama bapak itu Hasan. Aku mempersilahkan beliau masuk, dan menunggu aku sebentar.

Bapak ini sudah ke lima kali nya ke kantor aku, jadi aku hafal benar nama serta keperluannya datang kekantor ku untuk apa? Pak Hasan datang ke kantor kami karena terdesak keadaan. Dari surat permohonan yang masuk 2 bulan yang lalu dijelaskan, bahwa pak Hasan terlibat hutang kepada salah satu bank, maka dia meminta bantuan ke kantor aku, agar dapat melunasi hutangnya.

Aku menemui pak Hasan. Karena Aku sudah kenal, pak Hasan tak canggung lagi pada ku. Kami berbincang-bincang lagi, karena informasi yang kemarin aku dapati baru sedikit, aku ingin tahu lebih mengapa pak Hasan sampai berhutang ke bank?

Bercerita lah pak Hasan, ternyata awalnya pak Hasan meminjam uang ke bank untuk usaha anaknya di pasar daerah cengkareng, beberapa bulan setelah itu pasarnya kebakaran, habis sudahlah dagangannya dilalap sijago merah. Belum lunas hutangnya di bank, namun usaha dagang anaknya kandas begitu cepatnya, jangankan laba yang diharap, untuk cicilan hutangnya saja belum bisa terbayar.

Begitu mulianya pak Hasan, anak yang berhutang, beliau pula yang melunasinya. Pak Hasan ini mempunyai 7 anak, dua anaknya telah berumah tangga, yang kelima nya belum. Anak ke dua nya seorang perempuan yang telah menikah dengan laki-laki yang hanya seorang supir pengantar air mineral galon ke warung atau toko-toko, lagi-lagi keadaan ekonomi anak keduanya yang sudah bekeluarga itu tidak cukup, dan pak Hasan mempunyai tanggungjawab untuk meringankan beban anaknya tersebut.

Alhamdulillah…. kalimat itu yang terucap dari bapak yang punya 3 cucu itu, ketika aku berkata bahwa permohonan pak Hasan kami kabulkan dan dapat dicairkan uang nya sekarang.

Setelah itu pak Hasan melanjutkan ceritanya, sebelum terkena musibah ini pak Hasan adalah guru mengaji anak-anak. Beliau bercerita betapa asyiknya menyelami dunia anak-anak, satu hal yang bikin aku sampai tertegun dan menahan agar air mata ku tak jatuh, beliau bilang, bapak mengajar anak-anak setidaknya agar anak-anak itu bisa mengaji dan sudah tertib dan baik solatnya, apalagi kalau anak yang bapak didik itu lebih pintar dari bapak nantinya.

Subhanallah, ya Allah… betapa bersyukurnya aku dipertemukan orang semulia bapak Hasan, karena cita-citanya sangat mulia, sementara aku menengok diriku sendiri, sudah kah aku bermanfaat bagi orang lain? jangan-jangan aku bekerja hanya mengharapkan materi yang berlimpah, sementara orang-orang disekeliling ku belum tentu seberuntung aku.

Terkena musibah tak membuatnya pasrah akan keadaan, beliau malah bilang ini adalah perjuangan hidup yang harus dilalui. Semangat juangnya itu lagi-lagi membuat aku tertegun…

Harapan pak Hasan sebelum pamit dari kantor ku, beliau bercita-cita ingin membangun rumahnya yang di Bandung, pak Hasan ini asli Bandung, bayangkan dari seratus (100)  rumah yang ada di desanya, ada lima (5) yang rumahnya masih terbuat dari bambu-bambu, dan satu diantaranya adalah rumah pak Hasan.

Maka dari itu, saat ini ditengah lilitan hutangnya pada salah satu bank, pak Hasan juga berusaha kuat mengumpulkan batu bata, genteng, semen, agar dinding rumahnya tak lagi bambu.

Ya Allah… semoga keinginan pak Hasan tercapai, amin.

Perjalanan Q…bagian kedua…

Diarsipkan di bawah: Kenangan — kamaliya at 5:48 pm on Rabu, Maret 4, 2009  Tagged , , , ,


21 February 2009

Pukul 05.00…

Alhamdulillah…akhirnya sampe juga….

Kami turun dari bis itu, terima kasih pak supir karena sudah mengantar kami dengan selamat sampai tujuan…

Begitu kami turun, kami langsung disambut oleh om q, sepuluh menit kemudian kami sampai dirumah mbah putri

Kami langsung melaksanakan solat subuh (ehh, telat ya? gpp kepepet..), setelah itu mbah putri menghampiri kami, apalagi melihat adik perempuan q, mbah sangat terkejut, maklumlah karena adik perempuan q sudah lama tak berkunjung dibanding yang lainnya, dan ga lama kemudian kami tidur…ahhhh cape banget di bus…

Pukul 10.30…

Waw!!! kok dah siang bgt ya??? saking pulesnya nih tidur, ini juga kebangun karena laper…….banget….

Cepat-cepat q ke dapur, dan alhamdulillah ada lauk, hemmm langsung aja q santap dengan lahapnya….

Pukul 11.00..

Walau badan ini masih berasa pegel-pegel, tapi harus semangat nih, karena banyak banget aktivitas yang harus dijalankan, q langsung mandi, ba’da zuhur kami akan silaturahim ke rumah adiknya mbah putri yang terkena musibah banjir.

Pukul 13.00..

Sampai juga q dirumah mbah anting, nama yang unik, tapi itu bukan nama sesungguhnya, nama itu ada karena mbah tinggal di mantingan, ngawi, tepatnya di perbatasan antara jawa-timur dan jawa-tengah, jadiah dia dipanggil mbah anting.

Mbah anting terkejut melihat kedatangan kami, lagi-lagi adik perempuan q yang disorot, adik yang beberapa tahun lalu datang masih ingusan, sekarang ya ampun sudah bongsor gitu…

Kami pun berbincang-bincang, kali ini mbah anting hanya ditemani oleh cucunya yang bernama Tyas, usianya kini menginjak 21 tahun, wajahnya mirip Agnes Monica, cantik dan manis, karena cucu satunya, Tika, konon dibilang mirip almarhumah nike ardila, yang juga menemani hari-hari mbah anting, sedang kuliah.

Satu hal yang menarik dari perbincangan kami, adik Tika&Tyas yang bernama Faisal ternyata pintar sulap, maklum lah dia tidak tanggung-tanggung mengikuti sekolah sulap, hasil yang diperoleh dari sekolah sulap terkadang langsung dipamerkan ke kakak-kakak dan saudaranya, pun ketika dia ada di mall, wah kesempatan emas baginya, karena tak segan-segan dia memulai aksi sulapnya, sawerannya pun mengalir begitu aja, sampai kadang terkumpul ratusan ribu. Dia juga sering dipanggil di acara pesta ulang tahun anak-anak. Rejeki itu datang bisa dari mana aja ya? Dari sulap sekalipun yang hanya menggunakan kecepatan dan ketangkasan dari seorang manusia, subhanallah…

Oh iya, suatu ketika dia unjuk gigi didepan kakaknya, Tika, sederhana saja perintah ke kakaknya, katanya : “mbak, tolong dong talikan sepatu q nih?

Tika : “ya sudah sini mbak pakai kan”. Tika mau saja disuruh karena pikirnya Faisal tak sanggup, maklum lah saat itu tangan kiri Faisal sedang memegang jaket dan tangan kanannya helm, dan mungkin lupa kalau adiknya kini jago sulap. Setelah dipakaikan tali sepatunya Faisal, sontak Faisal bilang : “ah mbak ini kuno, menalikan tali sepatu aja pake tangan, dah ga zaman mbak”

Tika terbengong-bengong karena adegan menalikan sepatu yang dilakukan Faisal tidak dengan tangan nya, melainkan hanya menggerak-gerakkan sepatunya, langsung deh tali sepatu itu terpasang rapih, lagi-lagi Tika tertipu.

Sebenarnya masih sangat panjang perbincangan kami, tapi keburu sore datang, akhirnya kami pamit pulang, dan berjanji akan datang selasa pagi.

Pukul 16.45…

Kami pamit pulang ya mbah anting dan Tyas…

Oh ya tadi diawal lupa cerita kalau kendaraan pergi dan pulang kami naik becak loh…

Yah sebagian masyarakat kita memang sudah melupakan becak, seperti Kota Jakarta misalnya, hampir tidak kita temukan becak ditiap sudutnya, makanya q tak mau melewati kesempatan untuk naik becak, apalagi ke rumah mbah anting, kalau naik bus mini terasa tanggung, jarak yang ditempuk berkisar 1,5 kilo saja…

Kami memesan dua becak, ibu dengan mbah putri, sengaja mbah putri kami ajak, karena ternyata sudah lama juga tak sua dengan adik nya, kasian mbah, mungkin saking lanjutnya usia, maklumlah mbah putri q usianya hampir 90 tahun, sedangkan q dengan adik manis q.

Wah asiknya naik becak, semakin pelan tukang becak mengayuh semakin q nikmati perjalanan ini, batas rumah mbah putrid dengan mbah anting yaitu kali bengawan solo, pada saat banjir beberapa waktu lalu kali ini meluap, bahkan jembatan yang kami lalui pun tak nampak.

Pukul 17.05…

Kami sampai lagi ke rumah mbah putri, ibu bergegas ke kamar mandi karena sudah sore dan hampir magrib, dilanjut q dan adik q, saling bergantian.

Pukul 18.00…

Kami solat magrib berjamaah, dan mulai memikirkan mau makan apa ya kita?

Jadilah kita memutuskan untuk makan nasi goreng, lucunya tradisi atau hampir sebagian orang-orang sekitar desa kami memesan nasi goreng hanya saja nasi nya dari rumah, jadi tukangnya hanya meracik dan menggoreng saja, ah biar sajalah yang terpenting nasi gorengnya enak, karena perut q sudah keroncongan nih, hehehe…

Pukul 20.00..

Selesai makan dan ngobrol-ngobrol dengan tante, om, de afiq dan dik billa, karena makan rame-rame nih seru deh, kami mulai mengantuk…

Akhirnya masuk kamar, nonton cinta fitri dan ga lama kami tertidur…

Kebiasaan di desa kami tidurnya itu tidak larut malam, dan mereka terbiasa bangun pagi sebelum subuh, kadang-kadang perlu tuh jadi contoh, karena bangun pagi itu menyehatkan, katanya…

Berlanjut ya….

Perjalanan q (20-24 february 2009)… bagian pertama…

Diarsipkan di bawah: Kenangan — kamaliya at 12:39 pm on Jumat, Februari 27, 2009  Tagged , , , , , , , , , , , , ,

20 February 2009

Pukul 12.10..

Aku bergegas pulang kantor lebih awal, karena hari ini q, ibu dan adik perempuan q yang cantik akan menuju sragen, tepatnya desa banaran, selain silaturahmi ke rumah mbah putri dan om q, q juga mo liat saudara-saudara q yang terkena musibah banjir, hiks..hiks…

Pukul 12.50…

Sampai lah q dirumah, wuhhh lumayan panas… q istirahat sejenak, minum seteguk air bening dingin…

Q mulai memeriksa kembali tas q, khawatir ada yang tertinggal, setelah itu q solat, namun q melihat ibu q belum pulang, sudah sampai mana ya ibu q? padahal jam sepuluh pagi tadi ibu sudah mewanti-wanti agar tidak telat pulang…

Pukul 13.30…

Assalamualaikum…

Terdengar suara ibu q, Alhamdulillah, q tanya mengapa ibu datang terlambat? Ternyata setelah turun dari bus P 06 dan akan melanjutkan naik mikrolet, hujan deras, ya Allah kasihannya ibu q…

Setelah itu, q mempersilahkan ibu untuk makan siang, dan dilanjutkan dengan solat…

Pukul 13.50…

Q, adik perempuan q, dan ibu q menuju pejompongan naik taxi, maklum lah kendaraan kami hanya motor, hehehe….

Baru saja membuka pintu taxi, ada sepupu q, M. Faqih Zulriansyah, bocah yang lucu dan unik (ah, nanti sajalah bahas bocah berusia 7 tahun itu, karena banyak kisah yang mau q ceritakan juga) datang menghampiri kami, tapi aneh dia malah memilih naik vespa bapak q ketimbang naik taxi yang tentunya lebih nyaman dan adem…

Pukul 14.10…

Kami tiba di pejompongan, ternyata kami sudah dijemput oleh mobil carry, yang akan mengantarkan kami k daan mogot tempat pool-nya bus kami…

Pukul 13.40…

Kami tiba di pool bus kami, eh..ternyata dah lumayan banyak juga yang menunggu kedatangan bus, kami pun akhirnya menunggu, karena bus akan tiba pukul 15.00, sambil menunggu kami iseng-iseng beli tahu sumedang, dan ternyata ehmm yumi..yumi.. enak tenan rek rasa tahu sumedangnya, hilang sudah kejenuhan kami menunggu bus…

Pukul 15.15…

Bus itu akhirnya datang juga, duhhh… janji akan tiba tepat pukul 15.00, ternyata…

Tak apalah telat, yang terpenting kami bisa sampai pada tujuan, apalagi adik q sudah ga sabaran, maklum lah hanya dia yang paling jarang bertemu dengan mbah putri dan om dikampung…

15.20

Dalam perjalanan…

Halaman Berikutnya »